Perhutani KPH Blitar Komitmen Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, Hermawan: Hutan Sumber Segalanya

Terkini 03 Sep 2026 13:34 3 min read 11 views By Redaksi
Perhutani KPH Blitar Komitmen Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, Hermawan: Hutan Sumber Segalanya
Foto : Wakil Kepala Perhutani KPH Blitar, Hermawan HS, diacara dialog interaktif bersama narasumber lainya.

BLITAR | Penajatimsatu.com – Perum Perhutani KPH Blitar menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus mempercepat pemulihan ekosistem yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Komitmen tersebut disampaikan jajaran Perum Perhutani KPH Blitar dalam dialog interaktif melalui talk show di salah satu radio swasta di Kota Blitar. Dalam dialog tersebut, berbagai upaya pencegahan karhutla hingga pemulihan kawasan hutan menjadi salah satu topik utama yang dibahas.

Wakil Kepala Perhutani KPH Blitar, Hermawan HS, menyampaikan bahwa persoalan kebakaran hutan tidak cukup hanya ditangani setelah api berhasil dipadamkan. Upaya penanganan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemulihan ekosistem pascakebakaran.

Menurut Hermawan, apabila kebakaran terjadi di kawasan hutan lindung, dampaknya bisa jauh lebih besar karena berpotensi menurunkan bahkan menghilangkan fungsi perlindungan hutan.

“Kalau terjadi di daerah-daerah tertentu yang notabene hutan lindung, efeknya luar biasa. Karena bisa tidak hanya menurunkan, tetapi menghilangkan fungsi lindung,” jelasnya. Kamis (3/9/2026).

Ia mencontohkan keberadaan berbagai jenis tanaman bawah dan semak yang berfungsi sebagai pelindung atau filter alami bagi kawasan hutan. Vegetasi tersebut membantu menjaga kondisi tanah sekaligus melindungi kawasan di bawahnya dari berbagai potensi kerusakan.

Karena itu, kawasan yang mengalami kebakaran harus segera direhabilitasi dan diperkaya kembali dengan tanaman yang sesuai.

“Kalau terjadi kebakaran, akibatnya fungsi lindung itu bisa habis. Itu wajib hukumnya harus kita perkayakan kembali atau kita rehabilitasi lagi,” tegas Hermawan.

Perhutani KPH Blitar, lanjutnya, juga telah melakukan berbagai kegiatan penghijauan dan rehabilitasi kawasan bersama sejumlah elemen masyarakat dan pegiat lingkungan.

Kegiatan tersebut melibatkan komunitas lingkungan, Sahabat Alam, MPHB, Senkom, Melakra, serta berbagai unsur lainnya. Penanaman kembali dilakukan terutama pada kawasan perlindungan setempat yang memiliki fungsi penting dalam menjaga wilayah di sekitarnya.

“Biasanya kita tanami kembali, kita rehabilitasi kembali dengan jenis-jenis tanaman buah-buahan ataupun tanaman penyangga lainnya,” katanya.

Upaya pemulihan tersebut, kata Hermawan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan kawasan hutan tetap memiliki fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menutup keterangannya, Hermawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan. Menurutnya, pencegahan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, BPBD maupun petugas pemadam kebakaran.

“Ayo kita jaga hutan kita, ayo jaga lingkungan kita bersama-sama. Perlu kesadaran semua pihak, dalam hal ini masyarakat, para relawan, dan kita semua,” ajaknya.

Disampaikan Hermawan, bahwa hutan memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar memberikan manfaat ekonomi.

“Hutan adalah sumber bagi segalanya. Tidak hanya ekonomi, tetapi juga ekologi yang harus kita lebih kedepankan. Demi masa depan kita, demi anak cucu kita,” pungkasnya.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kelalaian manusia atau human error yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran harus dicegah sedini mungkin agar kerusakan hutan tidak semakin meluas.

Dengan pengawasan, edukasi, penegakan aturan, serta rehabilitasi kawasan secara berkelanjutan, diharapkan kejadian karhutla dapat ditekan dan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan tetap terjaga